Menanam Jagung Lokal Mencegah Kepunahan Ketahanan Pangan Jagung
![]() |
| sumber foto : busro safiyullah |
Berbagai macam jenis jagung di indonesia yang di lestarikan oleh para petani pribumi tetap kita akui Jagung lokal yang warna kuning oren cerah ini menjadi ciri khas tanaman lokal pride yang banyak di gunakan, diproduksi ditanam oleh kebanyakan orang Madura.
Jagung komposit atau biasanya disebut jagung lokal banyak ditanam dilahan kering dan umurnya lebih pendek 70 hari sampai panen. Ini cocok dengan topografi yang kering dan curah hujan yang rendah. Dibandingkan, jagung pendatang jenis perusahaan memerlukan perawatan yang lebih intensif, lebih memerlukan air dan umurnya biasa panjang mencapai 95 hari lebih.
Para petani menilai, rasa jagung lokal lebih gurih bagian dalam jagung lebih banyak dan lebih tahan hama. Jagung lokal lebih tahan lama disimpan. Ketika panen jagung lokal biasa simpan dengan karung.
Jagung lokal dapat di manfaatkan sebagai bahan pembibitan, bahan pangan ternak seperti ayam, merpati dan jika digiling bisa dicampur dengan beras, ya buat makan sendiri. Ada sebagian petani tetap bertahan dengan tanam jenis lokal karena banyak keunggulan kalau untuk pasokan pangan, tak sekadar diproduksi.
Jika rekan-rekan mau beli dalam bentuk biji bisa beli klik disini ya https://shope.ee/4KpPb7YZrV
Terima kasih tunggu tulisan pertanian berikutnya.
![]() |
| sumber foto : busro safiyullah |


Belum ada Komentar untuk "Menanam Jagung Lokal Mencegah Kepunahan Ketahanan Pangan Jagung"
Posting Komentar