Etika Bahasa Madura Dalam Pertanian Bagian Dari Moral
![]() |
| sumber foto : busro safiyullah |
Sebagai pemula dalam bertani ada hal yang sunnah yang saya harus ketahui, demi mempermudah proses pembelajaran dalam bertani, saya harus belajar tentang berbagai istilah pertanian dalam bahasa madura yang digunakan di sini, di tempat lahan saya berada.
Mau pakai bahasa Indonesia sebenarnya bagus. Namun, Bagi saya akan dianggap kurang kaffah kurang sopan, apalagi ketika menjadi petani pemula di wilayah yang menggunakan bahasa madura tanpa mengetahui istilah-istilah pertanian dalam bahasa madura, karna banyak istilah yang dipakai oleh masyarakat madura terkait bahasa dalam pertanian. Hal itu berkaitan dengan moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat dimana moral mengajarkan tentang apa yang benar, sementara etika melaksanakan hal yang benar.
Selain itu,dapat mempermudah bagi saya dan para pekerja buruh tani yang pada umumnya memang pakai bahasa madura. Misalnya saya minta tolong pada buruh tani untuk “mengairi” tanaman jagung, jadi proses kata mengairi akan lebih mudah dimengerti jika menggunakan kata "norap". Pasti buruh tani madura mengerti,ini istilah baru satu masih banyak istilah bahasa madura yang lainnya seperti "asaka" yang artinya membajak sawah menggunakan mesin, "arao" sama halnya membersihkan gulma secara manual menggunakan arit/sabit.
Setelah belajar sedikit demi sedikit, ternyata banyak istilah bahasa madura dalam pertanian yang biasa digunakan. Saya akan membaginya jadi beberapa kategori penulisan : tahap pembibitan, tahap pemeliharaan, tahap pemanenan, dan pasca-panen.
Tunggu tulisan berikutnya.
Penulis : Busro Safiyullah
Editor : Busro Safiyullah

Belum ada Komentar untuk "Etika Bahasa Madura Dalam Pertanian Bagian Dari Moral"
Posting Komentar