Cerita Akhir Musim : Memaknai Melanjutkan Semangat Bertani Almarhum Bapak
Minggu, 09 April 2023
Tambah Komentar
![]() |
| sumber foto : busro safiyullah |
Sedikit cerita akhir musim dari saya penulis, minimnya sekarang generasi milenial lulusan sekolah atau pun sarjana yang bercita-cita menjadi petani sehingga keinginan beberapa wilayah untuk menjadi daerah industri maju membuat pertanian semakin tersisihkan. Tidak adanya dukungan yang nyata dari pemerintah untuk memperhatikan sektor pertanian meskipun ada tapi sedikit, membuat sektor ini semakin terbelakang jauh dari radar keinginan rakyat pribumi.
Coba kita amati di negara lain contohnya Belanda yang luas wilayahnya tidak lebih luas dibandingkan Provinsi Jawa Timur mampu tampil menjadi negara pengekspor produk pertanian nomor dua di dunia. Hal ini apa ? Itu tidak lepas dari peran pemerintah dalam mengembangkan pertanian. Semua kebijakan dibuat berdasarkan riset-riset penelitian yang dilakukan para pakar ilmu akademisi.
Jika berbicara masalah karakteristik pertanian di Indonesia identik dengan segala kegiatan pertanian yang dilakukan di pedesaan karena memang mayoritas kegiatan pertanian di Indonesia dilakukan di daerah pedesaan beberapa juga ada yang dilakukan di perkotaan.
Hal ini harus ada penerus atau regenerasi lebih khusus di pedesaan yang perekonomiannya bercorak pertanian tidak seharusnya berubah menjadi perkotaan yang bercorak industri dan jasa untuk menjadi daerah yang maju.
Demikian juga saya penulis yang latar belakanganya serta wilayahnya tidak jauh dari pertanian, mau tidak mau siap tidak siap harus melanjutkan merawat kesuburan dari tanah alam ini. Apalagi keadaan saya ditinggal oleh almarhum bapak sosok yang mengajarkan berbagai ilmu yang beliau pernah pelajari, sehingga saya mencoba mengombinasikan kultur pertanian konvensional dengan inovasi teknologi tetap punya nilai gotong-royong dan kekeluargaan, pengalaman ini yang saya dapatkan dari semangat bertani almarhum bapak dan di meja sekolah yang pernah saya lalui.
Media tanam pertama yang saya kerjakan dimusim itu masa tanam satu yaitu tanaman padi dimulai dengan dua puluh kilogram benih jenis legowo, serta yang membuat heran hanya menggunakan pupuk non organik dua kuintal ponska tapi syukur allhamdulillah hasil panen mencapai tiga ton seratus tiga puluh delapan kuintal.
Tapi hal itu tidak luput dari perawatan yang maksimal perlu keberanian dalam merubah pola pikir salah satunya mengetahui fase pada tanaman padi, tanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan ada fase vegetatif, fase generatif terakhir fase pemasakan, bertujuan untuk memperoleh hasil yang sebanyak-banyaknya dengan kualitas yang sebaik mungkin, guna mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan, maka diperlukan tanaman padi yang selalu sehat dan subur.
Kesan saya penulis: Teruntuk mereka pekerja adalah orang-orang yang bersemangat membantu merawatkan alam di desa ini, menghidupi dan hidup harmonis dengan apa yang bisa diberikan oleh tanah di mana mereka tumbuh, Sekian bersambung.
Tunggu cerita akhir musim saya penulis selanjutnya.
Penulis : Busro Safiyullah
Editor : Busro Safiyullah
![]() |
| sumber foto : busro safiyullah |
![]() |
| sumber foto : busro safiyullah |
![]() |
| sumber foto : busro safiyullah |
![]() |
| sumber foto : busro safiyullah |





Belum ada Komentar untuk "Cerita Akhir Musim : Memaknai Melanjutkan Semangat Bertani Almarhum Bapak"
Posting Komentar